St. Vincent Gelorakan Semangat Perempuan di Industri Musik

Jakarta

Annie Clark atau yang dikenal dengan nama panggung St. Vincent tampil bersama Dua Lipa di ajang Grammy Awards 2019 yang berlangsung di Staples Center, Los Angeles, akhir pekan lalu. Ia tampil bersama Dua Lipa membawakan ‘Masseduction’ hingga ‘One Kiss’.

Dua Lipa diumumkan menang untuk kategori Best New Artist sesaat setelah tampil. “Sangat banyak perempuan! Aku rasa tahun ini para perempuan telah melangkah maju (step up),” ujar Dua Lipa saat menerima penghargaan.

Kalimat yang dilontarkan Dua Lipa tersebut seperti jawaban untuk Presiden Recording Academy, Neil Portnow yang mengatakan bahwa perempuan harus melangkah maju bila ingin menjadi bagian dari industri.


Pernyataan yang dilontarkan tahun lalu itu sempat menerima banyak kecaman dari para aktivis dan praktisi musik perempuan. Sebab, perempuan di bisnis musik sudah memulai langkahnya sejak lama, hanya saja industri yang masih dianggap belum setara.

St. Vincent Gelorakan Semangat Perempuan di Industri MusikFoto: Kevin Winter/Getty Images for The Recording Academy

Portnow menyatakan kalimat tersebut sebagai jawaban dari tagar #GrammySoMale yang berkembang tahun lalu. Hal tersebut disebabkan sangat minimnya prosentase pemanang perempuan dibandingkan dengan pemenang laki-laki pada 2018.

“Aku rasa ia (Dua Lipa) sangat keren karena berkata demikian,” ujar Clark kepada Rolling Stone, sesaat setelah Grammy Awards berlangsung. “Orang-orang yang termarjinalisasi selama ini terus menerus dibisiki mitos bila mereka bekerja lebih keras keberadaan mereka bisa langgeng. Aku senang ia (Dua Lipa) merujuk pada pernyataan arogan dan tidak sensitif dia (Portnow),” sambungnya.

Bagi perempuan kelahiran 28 September 1982 itu, yang dibutuhkan perempuan untuk membuat industri musik menjadi setara adalah kesempatan. “Perempuan butuh duduk di meja, atau mereka akan menjadi santapan,” ucapnya.

Ia percaya bahwa perempuan juga bisa melakukan apa yang bisa laki-laki lakukan di industri musik. Hal tersebut ia buktikan sendiri dalam penggarapan album ‘Masseduction’. Dalam penggarapan albumnya, St. Vincent mengaku banyak melibatkan pelaku musik perempuan.

“Dalam beberapa tahun ke belakang saat aku mempromosikan album ini, aku sangat berpusat pada perempuan (female-centric). Dari sutradara pertunjukan hingga isi hingga orang-orang yang aku pekerjakan dalam turku, aku merasa sangat beruntung bisa pekerja sama dengan sesama perempuan karena aku adalah perempuan,” ceritanya.

Saat dirinya menerima penghargaan Best Rock Song untuk ‘Masseduction’, salah satu orang yang disebut olehnya adalah Laura Sink yang merupakan teknisi dari lagu itu. “Dia adalah perempuan yang tangguh,” ujarnya.

St. Vincent berharap akan ada lebih banyak perempuan yang mempekerjakan sesama perempuan agar dapat memberikan kesempatan lebih banyak pada kesetaraan. Sebab saat ini, baik tempat maupun partisipasi, untuk dan oleh perempuan di industri musik belum lah sebanyak laki-laki.

St. Vincent Gelorakan Semangat Perempuan di Industri MusikFoto: Getty Images

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita untuk memberikan tempat lebih banyak untuk perempuan, untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan di sistem yang seksis. Aku berkoalisi dengan Alicia Keys untuk mendukung penulis lagu dan teknisi musik perempuan,” ungkapnya.

Melihat banyak orang di bisnis musik satu per satu mulai membuka mata mengenai kesetaraan, St.Vincent pun melihat hal tersebut dengan optimisme. “Aku bisa melihat gelombangnya mulai bergerak,” ujarnya.

“Kesetaraan untuk semua tidak berarti ‘merugikan orang ini atau orang itu,’ itu murni berarti kesetaraan,” tegasnya.

(srs/doc)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20