Slank akan Bawakan Pesan Anti Hoax di Apel Kebangsaan

Semarang

Slank akan menjadi pengisi acara Apel Kebangsaan “Kita Merah Putih” di Semarang besok Minggu (17/3). Slank mengaku ingin menyebar virus perdamaian dan anti hoax lewat lagu.

Drummer Slank, Bimbim mengatakan band legendaris itu akanbawakan lagu dari album ke 22 Kepala Loe Peang. Dalam lagu-lagu yang dibawakan akan ada pesan perdamaian dan lebih waspada hoax.

“Itu bercerita anti hoax, lebih cek ricek. Kita ingin satukan bangsa lewat lagu, angkat jiwa nasionalisme. Sebentar lagu kan pesta demokrasi, ingin sebar virus perdamaian,” kata Bimbim di Rumah Makan Kampung Laut Semarang, Sabtu (16/3/2019).

Kepada slankers, Bimbim yang ditemani oleh Ridho dan Ivanka berpesan agar jangan buang sampah sembarangan dan tegur jika ada yang melakukannya. Ia berharap slankers dan warga yang datang bisa bahagia saat pulang.

“Datang damai, pulang damai, jangan nyampah, sampah bawa pulang, ya slankers. Tegur yang buang sembarangan,” tandasnya.

Bimbim juga menanggapi soal adanya pihak yang tidak setuju dengan Slank. Namun dia bertekad tidak mau ambil pusing dengan segala ungkapan negatif, terlebih di media sosial. Menurutnya tidak perlu ditanggapi layaknya politisi yang langsung menjawab saat dijelek-jelekkan.

“Kita justru mengajarkan orang berdemokrasi. Yang pro dan kontra, selama mereka tidak kasar, kami biarin tapi kalau udah berkata kasar kami delete atau blok. Kami membiarkan mereka belajar demokrasi. Kami bukan politisi, jadi tidak langsung menjawab jika dijelek-jelekkan,” katanya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpesan agar tidak ada atribut pileg dan capres. Ia berharap tidak ada politisasi dan pimpinan legislatif dari berbagai partai yaitu PDIP, Partai Demokrat, PKB, Partai Gerindra dan PKS ikut datang.

“Kami ingin berjabat tangan, semua dipanggung itu kita tunjukkan tidak ada yang dirugikan. Saya berharap unsur-unsur pemerintahan bisa hadir. Saya rindu jika besok semua pimpinan bisa hadir,” kata Ganjar.

Acara tersebut akan digelar besok pagi. Terdapat empat panggung dengan panggung utama di Lapangan Simpanglima, kemudian panggung di Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran dan Jalan Ahmad Yani.

Sejumlah tokoh yang akan mengisi orasi yakni Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, KH. Maimun Zubair, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, Prof Mahfud MD, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi).

Acara juga akan dimeriahkan sejumlah artis nasional yakni Slank, Letto, Armada, Virza, Nella Kharisma dengan MC Vincent-Desta dan Cak Lontong.

Selain banyaknya tokoh dan artis yang datang, anggaran Rp 18 miliar yang digelontorkan untuk acara tersebut banyak diperbincangkan. Dalam website LPSE Provinsi Jateng disebutkan nama tender “Pengadaan Kegiatan Apel Kebangsaan Jawa Tengah Tahun 2019 Rampak Senandung Kebangsaan” memiliki nilai pagu paket Rp 18.764.420.000,00. Anggaran berasal dari APBD 2019 dengan instansi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah dengan satuan kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

“Tidak apa-apa, tidak semua orang harus setuju. Saya sudah dibully. Kita jelaskan, justru Jawa Tengah, Pemprov sangat terbuka semua bisa melihat. Tidak kita tutup-tutupi. Tidak setuju tidak apa-apa. Bahkan yang tidak setuju saya undang, yuk datang kita duduk bareng. Jangan curiga dulu dong. Ini umum kok, bukan Pilpres,” kata Ganjar.

(alg/doc)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20