Pendengar Jazz Makin Luas, Dewa Budjana Harap Banyak Musisi Baru Lahir

Jakarta

Hari Jazz Internasional dirayakan pada 30 April. Perkembangan Jazz pun kini tak lagi hanya berkutat di kalangan menengah ke atas.

Hari Jazz Internasional atau International Jazz Day resmi 30 Apri 2011 oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO.

Merayakan hari jadi musik jazz, Eight Bars yang berlokasi di Grand Galaxy Park, Bekasi, itu menghadirkan belasan band. Beberapa nama yang unjuk gigi di atas dua panggung yang berdiri.

Dalam rilis yang diterima detikHOT, Minggu (5/5/2019) Rumah Jazz Kemayoran, SAGATA, Hiperjoy, HIVA, Sabang 58, Nada Biru, Rio Moreno, 8Bars Band (Ilyas Dkk), Glen Daunas, serta Dewa Budjana bersama Mahandini Band, manggung di atas Stage 1 milik Eight Bars. Sementara di Stage 2, hadir Humble Maker, Pandu Roro, dan Mat Blues.

Dewa Budjana Mahandini merasa takjub dengan gebrakan Eight Bars yang berani beda dengan mengadakan sarasehan musik jazz. Ini memperlihatkan jazz kini bisa di dengar tidak hanya di tempat-tempat hiburan yang berada di Jakarta atau kota besar lainnya.

“Memang sudah menjadi kebiasaan bahwa jika ada event jazz pasti (digelar) di Jakarta. Tapi selain Jakarta juga sudah bermunculan event-event jazz di Tangerang atau Depok. Di Bekasi pun, Eight Bars mempeloporinya sehingga diharapkan ke depannya akan banyak musisi jazz yang muncul karena wadah dari sarasehan musik jazz ini,” ungkap musisi bernama lengkap I Dewa Gede Budjana ini.

“Masih banyak orang yang berpikir bahwa jazz adalah musik eksklusif, hanya ada di Jakarta, dan hadir di tempat-tempat yang mewah. Konsep familiar, homey, serta beragam pilihan makanan dengan harga yang terjangkau, para tamu bisa menikmati musik jazz dengan nyaman. Bahkan, mereka bisa ikut jam session bareng di sini,” timpal musisi band Sabang 58, RB Agus Wijayanto mengapresiasi band-band yang manggung di sarasehan musik jazz ini.

Dewa Budjana berharap kelak acara sederhana seperti itu kelak bisa rutin dilakukan. Sehingga makin banyak musisi jazz baru yang berani menunjukan karyanya.

“Kalau buat saya, saya sebetulnya nggak melihat (Bekasi). seluruh Indonesia sama aja. Tapi karena biasanya ke Jakarta, apa-apa event jazz ke Jakarta. Tapi kan Jakarta dan daerah-daerah sekitarnya pun juga sudah ada, Depok ada, Tangerang banyak,” ucapnya.

“Ya Bekasi pintu masuknya Bekasi, musisi juga banyak dari Bekasi. Dengan adanya seperti ini membuat banyak musisi muncul karena ada wadah,” tukas Dewa Budjana.

(pus/doc)

Photo Gallery