Jokowi Sebut Dangdut Lebih Baik dari K-Pop

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya pendidikan karakter dan budaya di sekolah. Dia juga menegaskan budaya asli Indonesia lebih baik dari budaya luar.

Jokowi menyampaikan itu saat berdialog dengan 366 siswa Taruna Nusantara Tahun 2019 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/3/2019). Awalnya, seorang siswa bernama Ribka yang berasal dari Jayapura bicara soal emansipasi dan peluang wanita jadi pemimpin di Indonesia.

“Di negara kita ini perlu bersyukur kebebasan diberikan baik untuk perempuan maupun laki-laki. Tidak ada perbedaan. Tergantung kita sendiri bagaimana meraih cita-cita dan mimpi. Bekerja di semua sektor perempuan dan laki-laki sama semua. Dokter laki perempuan banyak. Insinyur juga. Di menteri sekarang kita memiliki 8 menteri (perempuan-red), sebelumnya 3 atau 4. Negara lain belum pernah punya presiden wanita kita sudah pernah,” jelas Jokowi menjawab Ribka.


Jokowi mengatakan tidak ada batasan antara laki-laki dan perempuan di sektor pekerjaan di Indonesia. Dia mempersilakan semuanya untuk berkompetisi dalam dunia pekerjaan.

“Silakan berkompetisi. Pengusaha besar wanita juga banyak. Tidak ada batasan, tergantung kita sendiri, kita mau kerja keras untuk meraih mimpi. Sudah tidak ada batasan lagi,” kata Jokowi.

Ribka lantas bertanya soal infiltrasi budaya asing yang masuk ke Indonesia. Salah satunya budaya Korea Selatan yang digemari generasi Indonesia saat ini.

Menjawab hal ini, Jokowi menekankan pentingnya pendidikan karakter dan budi pekerti. Dia juga mengingatkan para siswa harus sadar mengenai kebudayaan Indonesia sendiri.

“Kalau kita sadar dengan budaya kita sendiri krakter ke-Indonesia-an yang kita miliki, ya nggak perlu khawatir masuknya budaya luar ke negara kita. Kita boleh saja lihat K-Pop, tapi kita kan juga punya musik yang lebih bagus, keroncong, dangdut lagu daerah yang kita miliki,” katanya.

Meski demikian, Jokowi tak melarang generasi muda untuk menonton budaya luar. Namun, menurutnya, tontonan itu sebaiknya hanya sebatas pembanding.

“Ya kalau mau nonton silakan untuk pembanding. Nggak ada masalah. Tetapi memang pendidikan karakter, budi pekerti, sopan santun, tata krama ke orang tua, ke senior, harus terus ditumbuhkan ke anak sejak usia dini,” katanya.

“Saya yakin kita memiliki kekuatan yang baik dari inkranisasi budaya asing. Karena kekuatan ideologi kita sangat memengaruhi sehingga sulit ditembus budaya luar,” imbuhnya.
(rjo/dar)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20