Era YouTube, Efektifkah Penyiaran Lagu di Jabar Dibatasi?

Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Jawa Barat membatasi penyiaran 17 lagu berbahasa Inggris. Efektifkah?

Dari edaran yang sampai ke detikHOT, KPI Jabar menimbang lagu-lagu tersebut bermuatan negatif. Oleh karena itu, pihaknya memasukkan 17 lagu berbahasa Inggris ke klasifikasi Dewasa (D).


Lagu-lagu itu hanya boleh diputar di televisi dan radio di Jawa Barat pukul 22.00 hingga 3.00 WIB. Namun, efektifkah cara tersebut?

Jika muatan yang dinilai negatif berada di lirik lagunya, penikmat musik tampaknya masih punya platform lain untuk mendengarkan. Kini, streaming musik digital bisa dengan mudah diakses.

Era YouTube, Efektifkah Penyiaran Lagu di Jabar Dibatasi?Foto: Edaran KPI Jabar
Era YouTube, Efektifkah Penyiaran Lagu di Jabar Dibatasi?Foto: Edaran KPI Jabar

Selain itu, jika muatan yang dinilai negatif ada pada video musiknya, mereka juga bisa mengaksesnya di YouTube. Apalagi, belakangan, sudah sangat sedikit televisi yang menyiarkan video klip secara penuh.

Penikmat musik juga bisa mendengarkan lagu-lagu yang masuk dalam daftar tersebut dengan beberapa cara lain, seperti di pusat perbelanjaan hingga di kafe yang sampai saat ini belum terdampak dari pembatasan penyiaran itu.

Arian, vokalis Seringai, berpendapat pembatasan itu seharusnya tidak perlu dilakukan. Dalam kicauannya, ia mengatakan urusan moral seharusnya tak perlu dicampuri oleh negara.

Video: Masuk Kategori Dewasa, 17 Lagu Ini Dibatasi Penyiarannya oleh KPI

[Gambas:Video 20detik]

“buat gue sih masalah moral itu ya diajarkan oleh orang tua dan sekolah, cukup. pendidikan setinggi dan seluas mungkin. gak perlu negara ikut2an mengatur moral rakyatnya, khususnya di isu ini praktisi musik. makanya sampah kayak RUU Permusikan harus kita batalkan,” kicaunya.

Lalu, menurut kamu, efektifkah pembatasan lagu klasifikasi Dewasa (D) diatur di Jawa Barat?
(dar/nu2)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20