3 Lagu Nasida Ria Sukses Ramalkan Kondisi Politik Indonesia

Jakarta – Lagu-lagu nan futuristik milik Nasida Ria memang tak perlu diragukan lagi. Bahkan grup qasidah asal Semarang tersebut seakan mampu meramalkan kondisi politik saat ini lewat lagunya.

Nasida Ria merupakan legenda yang masih eksis sejak berdiri pada 1975. Sebanyak 35 album sudah dirilis dan personelnya pun sudah terdiri atas 3 generasi.

Lagu yang paling terkenal yaitu ‘Perdamaian’ yang sempat diaransemen ulang oleh band GIGI dan ‘Kota Santri’ yang pernah dibawakan duet Anang-Krisdayanti.


Lirik yang dibawakan Nasida Ria selalu lugas. Beberapa lagu bahkan seperti ramalan karena akan sesuai dengan kondisi beberapa tahun bahkan puluhan tahun sejak lagu diciptakan.

Setidaknya ada tiga lagu yang menggambarkan situasi politik saat ini. Choliq Zain, Pengelola Grup Nasida Ria, mengungkapkan tiga lagu tersebut adalah ‘Kerukunan Beragama’ (1980-an) ciptaan Asmin Cayder, ‘Agama Bukan Baju’ (2000-an) karya Masbul, ‘Racun Transparan’ (2018) ciptaan KH Ahmad Buchori Masruri sebelum meninggal.

“Di lagu ‘Agama Bukan baju’ disebut agama digunakan untuk mencari dukungan. Lagu ini paling pas,” kata Choliq saat ditemui di warung Soto Nasida Ria di depan RS Tugurejo Semarang.

“Agama, bukan seperti baju // Yang dipakai bila perlu // Perlunya mencari dukungan // Agama, bukan seperti baju // Yang dipakai bila perlu // Perlunya mencari jabatan,” begitu penggalan lirik lagu tersebut.

“Lagunya memang tidak gamblang menyebutkan Pilpres atau Pileg. Karena dalam pemilihan RT dan RW pun mungkin juga seperti itu. Tapi dulu itu tidak begitu (menggunakan isu agama). Tahun ini kok begini banget ya,” ujarnya.

Isu agama yang dibawa dalam perjalanan Pemilu 2019 menurut Choliq memang memprihatinkan dan itu terjadi di semua kubu tidak hanya salah satu. Dalam lagu ‘Kerukunan Beragama’ pun sebenarnya bisa untuk menyindir kondisi dimana ada isu membenturkan antara NU dan khilafah.

Untuk lagu ‘Racun Transparan’, lanjut Choliq, menggambarkan perkembangan teknologi yang makin canggih dan bisa berpengaruh baik serta buruk. Liriknya juga mengarah pada banyaknya hoax tersebar lewat kemajuan teknologi dan kita harus melindungi anak cucu dari pengaruh buruk racun transparan.

“Teknologi itu dari dulu bersifat positif dan negatif. Lagu itu sudah dibuat lama, mungkin ke depan lebih ‘ngeri’ lagi. Contoh menyebar hoax, dengan kemajuan teknologi misal video suara bisa diganti, itu racun transparan,” jelasnya.
(dar/nu2)

Photo Gallery